Jalan Raya Malangsuko 44 Telp. 0341-787637
Website:http://pemerintahdesamalangsuko.blogspot.com/ Email : pemdesmalangsuko@yahoo.co.id
Malangsuko - Tumpang 65156

Rabu, 12 Desember 2012

REFRESHING PKK DAN KADER KE SELECTA BATU

MALANGSUKO- Beberapa waktu lalu Tanggal 07 Oktober 2012 Segenap Pengurus PKK Desa dan Kader Kesehatan melaksanakan Program Refreshing ke Taman Rekreasi Selecta Batu. Berangkat pada pukul 08.00 WIB melewati Desa Karangploso, Desa Punten Batu. Memasuki Kota Batu hawa sejuk mulai terasa padahal jam sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB.Apalagi terus naik ke Selecta. Mantab dahh. Begini seharusnya lingkungan itu. Sejuk tanpa bantuan alat tambahan :) Begitu masuk area terpampang gapura selamat datang.

Makan bareng bersama Kader Kesehatan
Seperti halnya tempat rekreasi yang lain maka untuk masuk Selecta di hari minggu ini. Karena harus antri. Ketua Tim Penggerak PKK menyiapkan dompet ketika terpampang tulisan Tiket masuk sebesar Rp. 15.000,- untuk 27 Orang dan tambah Rp. 2.000,- untuk parkir. 
Sepintas terlihat bahwa beda dari tiga tahun lalu saat saya terakhir kesini, Taman Wisata SELECTA ini banyak sekali berbenah. Jadi terlihat lebih bersih dan banyak cat terlabur tampak baru. Bahkan juga demi fasilitas yang memadai, tampak sedang me-renovasi kolam renang di bagian tengah, di hadapan restaurant itu. Sementara di sebelah atasnya, tampak kolam renang bermain anak dengan beberapa permainan-nya.

Foto bareng bersama Pak Khamid dan Pak Eddy Santos




Banyak juga yang membawa anak sehingga tampak keceriaan mereka saat diajak rekreasi ini.
Ketua PKK bersama anggota




Para Ibu-ibu melakukan foto bareng untuk di dokumentasikan sehingga juga banyak yang narsis,,,, hehehehehehehe






Kepala Desa Malangsuko bersama PKK dan Kader


Semakin naik (ke arah Barat sepertinya :D ), melalui taman bunga. Terhampar beberapa macam bunga. Sayang Ibu-ibu tidak paham dengan nama-nama bunga selain hanya kagum terhadap warnannya yang berwarna-warni :mrgreen: Juga terdapat flying fox di 2 tempat berbeda. Lumayan buat yang menguji adrenalin


Berputar-putar sambil sedikit menghindar ketika secara bergantian para penyewa kuda juga melewati sisi lain di jalan yang cukup lebar untuk jalan santai. Sepanjang jalan termasuk di taman bunga juga terdapat beberapa Gazebo, yang lumayan untuk istirahat atau sekedar bersama membuka bekal.








Ketika mampir ke toilet juga beberapa tersedia di beberapa sudut. Sementara diatas resto selatan juga terdapat masjid. Parkir roda 4 dan 6 juga sangat luas berdampingan dengan beberapa toko souvenir dan bunga. Lumayan komplit-lah fasilitas yang tersedia di Taman Wisata SELECTA ini. Masih asyik berputar-putar saat mendung akhirnya menggelayut diatas SELECTA. Wadah. Segera saja menuju parkiran. Gerimis mulai datang, yakin wis lebih baik segera angkat kaki. Belum juga keluar dari komplék SELECTA, hujan deras turun. Bahkan untuk sekedar menggunakan rain coat aja seperti nggak sempat.
 
Semoga Tahun 2013 mendatang Pemerintah Desa Malangsuko bersama Tim Penggerak PKK bisa mengajak Rekreasi Kader Kesehatan lagi apalagi RT dan RW juga Lembaga Desa ikut bisa tambah asyiiiikk
 













PROGRAM PENGASPALAN JALAN LINGKUNGAN

MALANGSUKO–Warga Desa Malangsuko, Kecamatan Tumpang harus bersabar dalam mewujudkan keinginannya agar jalan di setiap lingkungan di Desa Malangsuko segera di aspal dan yang tidak di aspal agar segera dilaksanakan pembenahan Rabat Beton. Pasalnya, keinginannya itu ternyata sudah masuk dalam agenda pembangunan desa. Pelaksanaan itu baru dimulai pada Tanggal 20 September 2012 lalu. " Ini adalah pemerataan, jadi lingkungan yang masih bagus kondisi aspalnya juga masih tetap ada penyemiran dan bagi yang rabat beton nantinya akan di rehab dan diperbaiki " kata Pak Muslimin Kepala Desa Malangsuko

Ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Desa terhadap jalan jalan di lingkungan terutama yang selalu dilewati warga seperti Petani, Pedagang sehingga akses jalan lebih lancar.

Tentang pelaksanaan telah di pasrahkan kepada proyek sehingga pengerjaan lebih cepat dan bagus juga tidak terpaku oleh jatah aspal karena berapapun material yang sudah digunakan memang sudah dianggarkan.





Semoga dengan adanya pengaspalan di setiap lingkungan ini bisa menjadi kesejahteraan karena transportasi masyarakat bisa lebih lancar palagi menghadapi musim penghujan sehingga bisa lebih mantap untuk mewujudkan MADEP MANTEB Kabupaten Malang oleh seluruh Masyarakat.

Minggu, 16 September 2012

PAGELARAN SENI BANTENGAN DESA MALANGSUKO

Malangsuko, Minggu (16/09/2012) - Segenap Pemuda Desa Malangsuko tadi malam Sabtu (15/9/2012) merayakan HUT RI Ke 67 yang diadakan di sepanjang Jalan Raya Desa Malangsuko dengan Start dari Stadion Tumpang menuju perbatasan desa Malangsuko Jeru kemudian kembali ke selatan menuju Lapangan Desa Malangsuko.
 
Negara Indonesia mempunyai banyak beragam kebudayaan yang berasal dari daerah-daerah seperti kebudayaan berupa tari-tarian,upacara adat ataupun tradisi,bahasa dan berbagai kebiasaan masyarakatnya. Kebudayaan tersebut lahir dari jaman dahulu yang di wariskan secara turun-temurun oleh leluhur.
 
Masyarakat menyelenggarakan acara Pagelaran Seni Bantengan, Obor-oboran dan Wayang Topeng ini bertujuan untuk Memperingati dan merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang Ke 67.
 
arak-arakan bantengan adalah sebagai bentuk barisan prajurit yang mengawal "banteng", pertunjukan etnik tradisional "bantengan" sangat beragam di Jawa Timur, khususnya di Malang.
 
 Desa Malangsuko sendiri mempunyai beberapa Grup Bantengan yang bernama " Garuda Mahameru " yang terdiri dari beberapa anggota pemuda di setiap Lingkungan.

arak-arakan bantengan yang masih memiliki nuansa magistis memang membutuhkan pendampingan dari seorang seniman.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Terlihat juga Dadak Merak/ Reog Ponorogo juga ikut meramaikan acara Pagelaran Seni tersebut.









Jalan Raya Malangsuko juga sempat dibuat macet total saat acara digelar, karena banyaknya warga yang menonton dan menyoraki bantengan Garuda Mahameru.



Dan juga ada sumbangan bantengan dari Desa Kebonsari dan Desa Precet juga meramaikan HUT RI Ke 67 yang digelar di Desa Malangsuko sehingga total ada lebih dari 10 Banteng yang beraksi dalam acara tersebut.








Pemuda Malangsuko juga banyak yang bisa bermain Obor-oboran.
Kondisi jalanan yang sempat dibuat macet Pagelaran Seni Desa Malangsuko
 
Atraksi Obor-oboran Pemuda Desa

Reog Ponorogo juga ikut hadir meramaikan

Peserta Pagelaran memenuhi Jalanan Desa Malangsuko

Sebenarnya banyak sekali Grup Kesenian Budaya yang ada di Desa Malangsuko ini, terlihat mereka hadir pada saat-saat tertentu yang berhubungan dengan Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 67
Semoga Yang Akan Datang Negara Indonesia Makmur, Sejahtera dan Bebas Koruptor..!!!!

HALAL BIHALAL PKK DESA MALANGSUKO

Malangsuko, Minggu (16/09/2012) - Kepala Desa Malangsuko dan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Malangsuko melakukan silaturahmi dan halal bi halal dengan masyarakat, anggota PKK dan Kader Kesehatan yang bermukim di Desa Malangsuko, Kamis (10/09/2012).
 
Acara Halal Bihalal yang disisipi dengan Pengisian/ Pengajian yang dibawakan Ustadz Abd Aziz bertemakan Makna Bulan Ramadhan ini juga dihadiri Perangkat Desa beserta Istri yang juga Anggota PKK Desa.
 
Dalam kesempatan itu juga Bapak Kepala Desa Malangsuko dengan mengatasnamakan Pemerintah Desa mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri dan juga mohon maaf lahir batin kepada warga seluruhnya apabila ada kesalahan yang disengaja ataupun tidak, secara kedinasan dan pribadi.

Hal yang senada juga diungkapkan Ibu Kepala Desa Malangsuko yang juga menjabat Ketua Tim PKK dengan mengatasnamakan PKK Desa ataupun Pribadi.

Terlihat Banyak warga yang ikut dalam acara halal bihalal tsb menandakan antusiasme warga dan segenap Kader Kesehatan yang ingin bersalam - salaman untuk saling minta maaf kepada warga lain.

Ada juga yang istri Ketua RT dan RW sehingga yang datang tidak murni dari PKK Desa dan Kader Kesehatan.

Tausiyah yang diberikan Ustadz Abd Aziz berdurasi 1 jam juga membius hadirin sehingga saat beliau memberikan tausiyah, tidak ada undangan yang ngomong sendiri ataupun tidak memperhatikan, tampak sekali mereka sangat kusyuk mendengarkan.





Semoga di hari yang fitri ini kita diampini segala kesalahan agar di tahun depan kita bisa menikmati indahnya Bulan Suci Ramadhan yang akan datang.

Segenap Pemerintah Desa Malangsuko Mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Dan Batin.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah.

Minggu, 01 Juli 2012

Upacara Hari Bhayangkara Ke-66 Di Mapolsek Tumpang

Kepolisian Republik Indonesia, Minggu , 01 Juli 2012, merayakan Hari Ulang Tahun ke-66. Upacara peringatan Hari Bhayangkara berlangsung di Halaman Markas Kepolisian Sektor Tumpang , Jalan Raya Tumpang, pagi ini. Upacara dimulai pukul 07.30 WIB dengan komandan upacara Kapolsek Tumpang AKP. Hartono, S.Sos.
Sutarto
Bambang Siswanto

Pemerintah Desa Malangsuko mengirimkan 5 orang Anggota Satuan Linmas yaitu Sutarto, Pairi, Heri Sutrisno, Bambang Siswanto dan M. Shoib. Upacara yang dihadiri oleh Kepala Desa Malangsuko diwakilkan kepada Sekretaris Desa Habib Subari dikarenakan Kepala Desa berhalangan hadir.

Perayaan ulang tahun Polri tahun ini mengambil tema "Pelayanan Prima, Anti KKN, Anti Kekerasan, Memantapkan Kamdagri, dan Supermasi Hukum guna Mendukung Pembangunan Nasional". 

Upacara Hari Bhayangkara yang telah dihadiri dari berbagai unsur ini terlihat ramai.

Ba Binkamtibmas Malangsuko Brigadir Kepala Soeratno
Kabar lain selain dari Upacara HUT Bhayangkara Ke-66 ini adalah seluruh mobil patroli jajaran Polres Malang dipasangi perangkat Global Positioning System (GPS), Kamis  28 Juni 2012. Pemasangan alat pelacak lokasi ini dilakukan pada 33 unit mobil patroli milik 33 Polsek se-Kabupaten Malang dan salah satunya adalah milik Polsek Tumpang.

Wakapolres Malang, Kompol Wahyu Wim Harjanto mengatakan, pemasangan GPS dilakukan agar keberadaan mobil-mobil tersebut bisa dipantau setiap saat.

Dengan demikian, bila terjadi tindak kejahatan pada suatu wilayah, mobil yang terlacak sedang berada paling dekat dengan lokasi tersebut, bisa langsung datang dan melakukan penanganan.

Selain bisa melacak keberadaan sebuah mobil patroli, perangkat canggih yang didatangkan dari Korea ini juga bisa dipakai untuk mengetahui kecepatan mobil patroli serta bisa tetap terdeteksi meski mesin mobil dalam keadaan mati.

“Pemasangan alat ini merupakan ide dari Mabes Polri dan dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan anggota kepolisian,” pungkas Wahyu. .











Rabu, 13 Juni 2012

Senam Wisata Di Candi Jajaghu ( Jago )

Senam wisata yang berlangsung pada Tanggal 10 Juni 2012 dalam rangka menyambut Visit Kabupaten Malang Year 2013 kembali digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang. Kegiatan kali ke-4 ini digelar di salah satu obyek wisata yang ada di Kecamatan Tumpang, tepatnya di Candi Jajaghu atau yang lebih dikenal dengan Candi Jago berlangsung cukup marak.

Usai senam pagi di halaman luar candi atau jalan yang menuju ke arah timur Dusun Jago, seluruh peserta senam wisata disuguhi sendra tari dari Padepokan Mangun Dharmo Desa Tulusbesar pimpinan Pak Soleh yang mengambil judul  Kunjoro Karno. Cerita tersebut diangkat dari salah satu rilief yang ada di candi Jago.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Malang, H. Achmad Subhan yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Abdul Malik, Msi serta jajaran Kepala SKPD dan karyawan/karyawati Pemerintah Kabupaten Malang. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Malang menyambut baik kegiatan ini. “ Karena dengan senam bersama di obyek wisata seperti hari ini, maka akan bisa memperkenalkan obyek wisata yang ada. Banyak sekali obyek wisata yang ada di Kabupaten Malang.  Saya berharap agar Dinas terkait dan juga seluruh masyarakat terus berinovasi untuk memasarkan potensi wisata yang kita miliki ini. Prespektif betul-betul di pasarkan sehingga bisa di kenal di daerah lain. Seperti apa obyek wisata di Kabupaten Malang ini.”

Sebelum menikmati pagelaran sendra tari, Wakil Bupati Malang yang didampingi Suryadi, juru kunci Candi Jago menyempatkan diri berkeliling melihat dari dekat keberadaan Candi Jago. Sambil mendengarkan penjelasan mengenai setiap  rilief yang terpahat rapi mulai dari kaki sampai ke dinding ruangan teratas candi.
 Candi Jago atau yang dikenal dengan nama Jajaghu adalah makam Wisnuwardhana ( Ronggolawe ). 
Arsitektur Candi Jago disusun seperti teras punden berundak. Keseluruhannya memiliki panjang 23,71 m, lebar 14 m, dan tinggi 9,97 m. Bangunan Candi Jago nampak sudah tidak utuh lagi; yang tertinggal pada Candi Jago hanyalah bagian kaki dan sebagian kecil badan candi. Badan candi disangga oleh tiga buah teras. Bagian depan teras menjorok dan badan candi terletak di bagian teras ke tiga. Atap dan sebagian badan candi telah terbuka. Secara pasti bentuk atap belum diketahui, namun ada dugaan bahwa bentuk atap Candi Jago menyerupai Meru atau Pagoda.

Pada dinding luar kaki candi dipahatkan relief-relief cerita Kresnayana, Parthayana, Arjunawiwaha, Kunjarakharna, Anglingdharma, serta cerita fabel. Untuk mengikuti urutan cerita relief Candi Jago kita berjalan mengelilingi candi searah putaran jarum jam (pradaksiana).

Pada sudut kiri candi (barat laut) terlukis awal cerita binatang seperti halnya cerita Tantri. Cerita ini terdiri dari beberapa panel. Sedangkan pada dinding depan candi terdapat fabel, yaitu kura-kura. Ada dua kura-kura yang diterbangkan oleh seekor angsa dengan cara kura-kura tadi menggigit setangkai kayu. Di tengah perjalanan kura-kura ditertawakan oleh segerombolan serigala. Mereka mendengar dan kura-kura membalas dengan kata-kata (berucap), sehingga terbukalah mulutnya. Ia terjatuh karena terlepas dari gigitan kayunya. Kura-kura menjadi makanan serigala. Maknanya kurang lebih memberikan nasihat, janganlah mundur dalam usaha atau pekerjaan hanya karena hinaan orang.

Pada sudut timur laut terdapat rangkaian cerita Buddha yang meriwayatkan Yaksa Kunjarakarna. Ia pergi kepada dewa tertinggi, yaitu Sang Wairocana untuk mempelajari ajaran Buddha.

Menurut kitab Negarakertagama dan Pararaton, pembangunan Candi Jago berlangsung sejak tahun 1268 M sampai dengan tahun 1280 M, sebagai penghormatan bagi Raja Singasari ke-4, yaitu Sri Jaya Wisnuwardhana. Walaupun dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Singasari, disebut dalam kedua kitab tersebut bahwa Candi Jago selama tahun 1359 M merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit. Keterkaitan Candi Jago dengan Kerajaan Singasari terlihat juga dari pahatan padma (teratai), yang menjulur ke atas dari bonggolnya, yang menghiasi tatakan arca-arcanya. Motif teratai semacam itu sangat populer pada masa Kerajaan Singasari. Yang perlu dicermati dalam sejarah candi adalah adanya kebiasaan raja-raja zaman dahulu untuk memugar candi-candi yang didirikan oleh raja-raja sebelumnya. Diduga Candi Jago juga telah mengalami pemugaran pada tahun 1343 M atas perintah Raja Adityawarman dari Melayu yang masih memiliki hubungan darah dengan Raja Hayam Wuruk.

Dengan semangat Visit Kabupaten Malang Year 2013, ayo kita jaga dan lestarikan aset-aset wisata yang ada di Kabupaten Malang.

Minggu, 29 April 2012

HUT Linmas Ke-50 Di Lebakharjo Ampelgading

Luar biasa semangat anggota satuan Linmas (Perlindungan Masyarakat) se-Kabupaten Malang. kemarin27 April 2012 sekitar 7000 linmas datang ke Desa Lebakharjo Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang untuk membangun jalan rusak sepanjang 7Km yang menuju Pantai Licin. Bahu membahu membangun jalan dengan ribuan partisipan lainnya seperti TNI AD dari Kodim 0818 Malang-Batu, Polres Malang, Pramuka, PMI (Palang Merah Indonesia) dan seluruh jajaran SKPD di Pemkab Malang.

Personel dari Pemerintah Desa Malangsuko
 Para Linmas menginap di tenda-tenda yang didirikan di Bumi Perkemahan Comdeca, Lebakharjo. Sebagian menginap di rumah-rumah penduduk.
Pada Jumat malam para Linmas disuguhi beberapa acara Dangdut yang dinyanyikan oleh Bupati Malang H. Rendra Kresna, Dandim 0818 Letkol (Inf) Susilo, Sekda Kab DR. H. Abdul Malik, SE, MSi, Perwakilan Pengusaha & Perbankan serta partisipan lainnya yang diiringi oleh Grup Musik Genuine dari DPPKA Kab Malang.



Keindahan panorama Dusun Lebaksari yang ada di tepi sungai Glidik membuat Peserta tak melewatkan kesempatan untuk berfoto ria, seperti foto berikut adalah Peserta Dari Pemerintah Desa Malangsuko.
Selain mengecor jalan, para Linmas juga membangun Saluran Air dari sumber/ pipanisasi di Dusun Krajan Desa Lebakharjo. Air di sumber dialirkan ke tandon-tandon sehingga penduduk semakin dapat dengan mudah mendapatkan air bersih.
Kebersamaan, Kekompakan, Keharmonisan dan Kekeluargaan



Semangat...!!!!!!
Untuk mengefisienkan waktu pengecoran, Linmas punya strategi khusus. Jalan sepanjang 7 Km itu dipetak secara khusus dan dibagi menjadi 33 Bagian. Urutan pembagian lahan pengecoran disesuaikan dengan Kecamatan. Personel Linmas Kecamatan Lawang mendapat petak paling bawah yaitu jalan di perbukitan Dusun Krisik
sedangkan petak terakhir adalah jatah Linmas Kecamatan Ampelgading. Dengan begitu jatah Linmas masing-masing kecamatan sepanjang 212 meter.



Kegotong royongan membangun Kabupaten Malang
Sesuai rencana, kerja bakti berlangsung hanya sekitar tiga jam. sekitar pukul 11.00, gotong royong mengecor jalan sudah rampung.
hasilnya, akses jalan ke Pantai Licin sekarang lebih mudah untuk dilalui.
Bupati Malang sangat berterima kasih kepada seluruh Linmas Se-Kabupaten Malang yang dengan semangat kegotong royongan membangun jalan untuk saudara kita yang tinggal di pelosok dan terpencil seperti Desa Lebakharjo, Ampelgading.
Dandim 0818 juga mengatakan bahwa Linmas, TNI dan POLRI adalah suatu bagian yang tak terpisahkan dan saling membantu, karena Linmas adalah suatu Kelompok untuk menciptakan Rasa Aman, Nyaman, Tertib sehingga tercipta suasana yang kondusif.


DIRGAHAYU LINMAS YANG KE-50
Bersama Kita Bangun Kabupaten Malang











Kamis, 29 Maret 2012

Waspada Wabah Tomcat

Seperti yang kita tahu, belakangan Jawa Timur digemparkan oleh pemberitaan serangan serangga tomcat. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, melalui surat edarannya Nomor : 443.24/2754/101.2/2012 tentang kewaspadaan terhadap dermatitis karena serangga peederus (tomcat) menghimbau kepada semua maysarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan serangga tersebut.
Serangga tomcat merupakan kelompok serangga pertanian sebagai predator dari hama pertanian seperti wereng. Serangga ini tidak menyengat atau menggigit, namun bila terancam akan mengeluarkan cairan beracun sebagai pertahanan diri. Cairan tersebut jika mengenai kulit (biasanya daerah kulit yang terbuka) dalam waktu singkat akan terasa panas. Setelah 24-48 jam akan muncul gelembung pada kulit dengan sekitar berwarna merah (erythemato-bullous lession) yang menyerupai lesi akibat terkena air panas atau luka bakar, dan menimbulkan bekas hitam pada kulit.
Efek yang ditimbulkan dari cairan tomcat tidak hanya dengan kontak secara langsung. Bisa juga melalui kontak tidak langsung, misal melalui handuk, baju, atau barang lain yang telah tercemar racun paederin dengan serangga ini akan terjadi dermatitis atau keradangan pada kulit.
Habitat lingkungan serangga ini adalah tambak liar dan semak-semak. Sebenarnya serangga tersebut bersifat kosmopolitan, artinya berada dimana-mana dan suka daerah yang lembab. Bisa di lantai tanah ataupun lantai keramik.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam upaya pencegahan serangga tomcat adalah dengan mengusahakan pintu rumah dalam keadaan tertutup, sedang untuk jendela rumah usahakan dipasang kasa nyamuk untuk mencegah serangga tersebut masuk. Tidur dengan menggunakan kelambu, juga merupakan salah satu upaya preventif. Selain itu, beri jaring pelindung pada lampu rumah, (karena serangga ini menyukai cahaya dan akan mendatangi sumber cahaya tersebut). Jika serangga ini menempel pada kulit, jangan dipencet, agar racun tidak mengenai kulit. Cukup dengan ditiup, dan semprotkan racun serangga.
Jika memang terlanjur terkena racun serangga ini, segera kompres kulit dengan cairan antiseptik dingin ( kalium permaganat), beri krim antibiotik (dengan kombinasi steroid ringan), beri antihistamin dan analgesik oral untuk simpomatis, atau segera datang ke layanan kesehatan terdekat.
Pemerintah Kabupaten Malang, dalam hal ini telah menginstruksikan pada seluruh Puskesmas untuk berkoordinasi dengan Dinas Pertqanian di tingkat Kecamatan, dan jika menemukan serangga tomcat di wilayah Kabupaten Malang, bisa melaporkan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, di line telepon (0341) 393730
( malangkab.go.id )

Untuk itu, masyarakat perlu waspada sebab tidak mustahil mereka akan menemukan mereka hinggap di pekarangan rumah. Agar terhindar dari serangan racun Tomcat, kita perlu memperhatikan hal-hal seperti berikut: 

1. Kebersihan rumah Tomcat menjadikan tanaman dan semak-semak sebagai tempat paling favorit bagi mereka untuk tinggal dan berkembang biak. Apabila ada tanaman yang tidak terawat, segera buang dan jika semak belukar tumbuh di pekarangan segera bersihkan. 

2. Lantai keramik Rumah yang memiliki lantai keramik harus waspada karena biasanya sela-sela lantai bisa dijadikan sebagai tempat tinggal serangga Tomcat. Keramik bersifat lembab sehingga Tomcat menyukai kondisi tersebut. 

3. Jemuran pakaian Apabila Anda sering menjemur pakaian di malam hari, ini saatnya Anda harus berpikir ulang, apalagi apabila rumah Anda letaknya berdekatan dengan persawahan. Serangga Tomcat sangat mungkin hinggap di jemuran Anda yang masih lembab dan meninggalkan racun di sana sehingga ketika Anda mengenakannya, tak pelak gejala terkena racun Tomcat seperti gata-gatal pun akan muncul. 

4. Lampu rumah Serangga Tomcat sangat menyukai cahaya lampu. Oleh karena itu, waspadalah apabila Anda menjumpai serangga-serangga kecil di sekitar lampu di rumah. Apabila tidak terlalu perlu, lampu bisa dimatikan. Jangan beraktivitas di bawah lampu untuk menghindari sentuhan langsung dengan Tomcat. 

5. Kelambu tidur Saat paling lengah setiap orang adalah ketika mereka tidur. Untuk mencegah Tomcat menyerang Anda sewaktu tidur, pasanglah kelambu di tempat tidur. Semprotkan cairan antiserangga sebelum tidur di malam hari.
Untuk itu, masyarakat perlu waspada sebab tidak mustahil mereka akan menemukan mereka hinggap di pekarangan rumah. Agar terhindar dari serangan racun Tomcat, kita perlu memperhatikan hal-hal seperti berikut: 1. Kebersihan rumah Tomcat menjadikan tanaman dan semak-semak sebagai tempat paling favorit bagi mereka untuk tinggal dan berkembang biak. Apabila ada tanaman yang tidak terawat, segera buang dan jika semak belukar tumbuh di pekarangan segera bersihkan. 2. Lantai keramik Rumah yang memiliki lantai keramik harus waspada karena biasanya sela-sela lantai bisa dijadikan sebagai tempat tinggal serangga Tomcat. Keramik bersifat lembab sehingga Tomcat menyukai kondisi tersebut. 3. Jemuran pakaian Apabila Anda sering menjemur pakaian di malam hari, ini saatnya Anda harus berpikir ulang, apalagi apabila rumah Anda letaknya berdekatan dengan persawahan. Serangga Tomcat sangat mungkin hinggap di jemuran Anda yang masih lembab dan meninggalkan racun di sana sehingga ketika Anda mengenakannya, tak pelak gejala terkena racun Tomcat seperti gata-gatal pun akan muncul. 4. Lampu rumah Serangga Tomcat sangat menyukai cahaya lampu. Oleh karena itu, waspadalah apabila Anda menjumpai serangga-serangga kecil di sekitar lampu di rumah. Apabila tidak terlalu perlu, lampu bisa dimatikan. Jangan beraktivitas di bawah lampu untuk menghindari sentuhan langsung dengan Tomcat. 5. Kelambu tidur Saat paling lengah setiap orang adalah ketika mereka tidur. Untuk mencegah Tomcat menyerang Anda sewaktu tidur, pasanglah kelambu di tempat tidur. Semprotkan cairan antiserangga sebelum tidur di malam hari.

Read more at: http://ciricara.com/2012/03/26/ciricara-cara-paling-efektif-menghindari-serangan-tomcat/
Copyright © CiriCara.com
Untuk itu, masyarakat perlu waspada sebab tidak mustahil mereka akan menemukan mereka hinggap di pekarangan rumah. Agar terhindar dari serangan racun Tomcat, kita perlu memperhatikan hal-hal seperti berikut: 1. Kebersihan rumah Tomcat menjadikan tanaman dan semak-semak sebagai tempat paling favorit bagi mereka untuk tinggal dan berkembang biak. Apabila ada tanaman yang tidak terawat, segera buang dan jika semak belukar tumbuh di pekarangan segera bersihkan. 2. Lantai keramik Rumah yang memiliki lantai keramik harus waspada karena biasanya sela-sela lantai bisa dijadikan sebagai tempat tinggal serangga Tomcat. Keramik bersifat lembab sehingga Tomcat menyukai kondisi tersebut. 3. Jemuran pakaian Apabila Anda sering menjemur pakaian di malam hari, ini saatnya Anda harus berpikir ulang, apalagi apabila rumah Anda letaknya berdekatan dengan persawahan. Serangga Tomcat sangat mungkin hinggap di jemuran Anda yang masih lembab dan meninggalkan racun di sana sehingga ketika Anda mengenakannya, tak pelak gejala terkena racun Tomcat seperti gata-gatal pun akan muncul. 4. Lampu rumah Serangga Tomcat sangat menyukai cahaya lampu. Oleh karena itu, waspadalah apabila Anda menjumpai serangga-serangga kecil di sekitar lampu di rumah. Apabila tidak terlalu perlu, lampu bisa dimatikan. Jangan beraktivitas di bawah lampu untuk menghindari sentuhan langsung dengan Tomcat. 5. Kelambu tidur Saat paling lengah setiap orang adalah ketika mereka tidur. Untuk mencegah Tomcat menyerang Anda sewaktu tidur, pasanglah kelambu di tempat tidur. Semprotkan cairan antiserangga sebelum tidur di malam hari.

Read more at: http://ciricara.com/2012/03/26/ciricara-cara-paling-efektif-menghindari-serangan-tomcat/
Copyright © CiriCara.com

Rabu, 14 Maret 2012

Hari Ini Camat Tumpang Mutasi Ke Kepanjen

          Hari ini, Rabu 13 Maret 2012 secara resmi Camat Tumpang Drs. H Suwadji, SIP, MSi melaksanakan Sertijab/ Mutasi ke Kecamatan Kepanjen untuk menggantikan Drs Eko Suwanto. Sementara Camat Tumpang yang baru adalah Drs Edy Susanto, MSi ytang sebelumnya adalah Kepala Bagian Pertanahan Setda.
Drs H Suwadji, SIP, MSi
Pak Wadji begitu sapaan akrab beliau belum genap 1 Tahun memimpin wilayah Kecamatan Tumpang yang sebelumnya menggantikan Pak Jazid.
Bupati Malang Rendra Kresna tidak hanya melakukan mutasi Kecamatan Tumpang dan Kepanjen saja akan tetapi melakukan mutasi terhadap 200 orang pejabat yang terdiri dari eselon II, III dan IV ini di Pendopo Agung Kabupaten Malang Jum’at siang tanggal 11 Maret lalu
Para pejabat baru ini diharapkan oleh Pak Rendra bisa lebih meningkatkan kinerja. Dan yang tak kalah pentingnya adalah agar dapat meningkatkan pelayanan yang prima terhadap masyarakat. ” Pemindahan posisi ini lebih kepada rotasi biasa dan prestasi. Pejabat tidak hanya dinilai dari kemampuan, ilmu dan pendidikan. Namun, juga kepada etika atau budi pekerti dalam bekerja,” kata Pak Rendra.
 
       Pada kesempatan itu, Bung Rendra juga menyinggung mengenai masih minimnya tenaga pelayan masyarakat. Dari sekitar 17 ribu PNS yang ada, sekitar 12 ribu diantaranya berada di Dinas Pendidikan. Sementara sisanya sekitar 5 ribu, masih berada di Dinas Kesehatan. ”Dari total pegawai yang ada, khusus petugas pelayan administrasi ke masyarakat, hanya sekitar 3500 orang. Ini membuktikan, jika tenaga pegawai sebenarnya masih kurang,” ungkap Bupati asal Mangliawan Pakis ini.

       Pejabat eselon II yang dimutasi itu di antaranya adalah Asisten Pemerintahan Nurman Ramdansyah, SH, M.Hum yang kini menempati pos barunya sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat. Selanjutnya posisi Nurman ditempati Drs. Suwandi, MM. M.Sc yang sebelumnya adalah Kepala Dinas Pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan sendiri kini diisi oleh Drs. Edy Suhartono, SH. M.Pd yang sebelumnya menduduki jabatan sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.

Drs Eko Suwanto
Pak Eko Suwanto yang berasal dari Tumpang ini mengisi posisi sebagai staf ahli bupati.
Selamat Jalan Pak Wadji semoga Amal Ibadah Anda Memajukan Kota Tumpang mendapat Ridho dan balasan dari Allah.












Drs Edy Susanto, MSi
Selamat Datang Pak Edy, monggo dengan seluruh lapisan masyarakat kita tingkatkan pembangunan dan memajukan sekaligus meneruskan Para Camat-camat yang dulu.

Selasa, 21 Februari 2012

Sukseskan Lunas Pajak PBB Tahun 2012

Demi tercapainya pembangunan untuk Tahun 2012, mari kita lunasi Pajak PBB Tahun 2012
Sukses Pajak PBB berarti kita cinta tanah air.....................Terima Kasih atas kesadaran membayar pajak PBB