Jalan Raya Malangsuko 44 Telp. 0341-787637
Website:http://pemerintahdesamalangsuko.blogspot.com/ Email : pemdesmalangsuko@yahoo.co.id
Malangsuko - Tumpang 65156

Kamis, 13 Oktober 2011

Semangat ke-66, Semangat Berantas Korupsi

Malang (12/10)- Hari jadi provinsi Jawa Timur ke-66 di wilayah Kab. Malang diperingati dengan upacara  bendera di halaman Pendopo Agung pagi ini (12/10). Upacara ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati H. A. Subhan. Sebagai komandan upacara Drs. Firmando Hasiholan Matondang, camat Dau. Tema kali ini adalah




 “Dengan Semangat Hari Jadi Provinsi Jawa Timur Yang ke-66, Kita Berantas Korupsi Untuk Mengurangi Kemiskinan”. Dalam sambutan yang dibacakan oleh wabup, gubernur mengajak seluruh komponen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah mengoptimalkan potensi daerah membangun Jatim dengan kreatif dan inovatif. “Saya mengajak seluruh komponen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah mengoptimalkan potensi daerah membangun Jatim dengan kreatif dan inovatif,” 
    Selanjutnya, gubernur juga mengatakan, pemberantasan korupsi dimaksudkan untuk mengurangi kemiskinan. Karena salah satu indikator keberhasilan pembangunan salah satunya adalah dengan keberhasilan penanganan kemiskinan. Dan Gubernur memulainya dari pemberantasan korupsi dijajaran birokrasi diseluruh Prov. Jatim.
     Maka, dengan peringatan Hari jadi provinsi Jawa Timur ke-66 ini, diharapkan Provinsi Jawa Timur bisa mencapai kemajuan pembangunan di segala bidang, dengan dukungan dari seluruh masyarakat Jawa Timur, mengingat Jawa Timur merupakan salah satu dari delapan provinsi paling awal di Indonesia, dengan Gubernur pertama provinsi Jawa Timur adalah R.M.T.A. Surjo.
    Jawa Timur telah melewati beberapa fase pemerintahan, dari sistem kerajaan, yakni kerajaan Singasari (1222), kerajaan Majapahit (1294), yang kemudian sistem kerajaan ini dihapuskan pada permulaan abad 20, yang diganti dengan sistem keresidenan. Namun, selepas agresi militer II, Belanda menarik pasukannya dari Jawa Timur, dan diadakan Konferensi Meja Bundar (KMB) yang menghasilkan piagam pengakuan kedaulatan negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Jawa Timur berubah status dari provinsi menjadi negara bagian. Namun rakyat Jawa Timur ternyata tidak mendukung perubahan status tersebut. Rakyat menuntut dibubarkannya negara Jawa Timur. Akhirnya pada tanggal 25 Februari 1950, negara Jawa Timur dibubarkan dan menjadi bagian wilayah Republik Indonesia. Keputusan untuk bergabung kembali dengan RI ini diikuti oleh negara Madura. Selain itu, ucapan terima kasih juga diberikan pada bupati/walikota se Jatim, karena semua daerah sudah memberlakukan elektronik government dan sudah memakai proses-proses pakta integritas.
     Atraksi Marching Band Bahana Swara Sangkakala Bhawana juga turut meramaikan acara ini. Para undangan yang terdiri dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Dandim, Kapolres, Kajari dan Ketua DPRD) serta ibu PKK dan kepala SKPD dibuat terkagum karena penampilan apik dan kompak anak-anak asal SMUN 1 Kepanjen ini. (Dikutip dari Web Pemkab Malang).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar